Post Views: 35

Mediamasa.info – Medan|Ditengah tantangan sosial dan keterbatasan akses pendidikan yang masih melanda Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, seorang pemuda bernama Presley tampil menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia kini aktif sebagai Koordinator Program Remaja dan Fasilitator di Centra Mitra Remaja PKBI Sumatera Utara, yang berfokus pada isu Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Karakter, dan Pemberdayaan Remaja.

Melalui kiprahnya, Presley berupaya menciptakan ruang aman bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, dan saling menguatkan. Ia menggandeng Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) — organisasi yang telah lama berkomitmen pada peningkatan Kesehatan Seksual dan Reproduksi — sebagai wadah untuk membentuk remaja yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap diri serta lingkungannya.

“Remaja perlu diberi ruang untuk menyuarakan pendapatnya tanpa takut dihakimi,” ujar Presley dalam salah satu kegiatan edukatifnya. Melalui diskusi kelompok, pelatihan, hingga simulasi edukatif, para peserta diajak memahami persoalan yang mereka hadapi serta belajar menemukan solusi bersama. Pendekatan ini menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa empati di kalangan remaja.

Selain kesehatan reproduksi, kesehatan mental juga menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang dipimpin Presley. Ia menginisiasi Program Konseling Sebaya, yaitu wadah bagi remaja untuk saling berbagi pengalaman, mendapatkan bimbingan psikologis ringan, serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional. Menurutnya, akses terhadap informasi dan dukungan psikologis yang tepat sangat penting agar anak muda tidak merasa sendirian menghadapi tekanan hidup.

Tak hanya itu, Presley juga menjadi penggagas “Healthy Me Fest”, sebuah festival kesehatan mental terbesar di Indonesia yang digelar di Kota Medan. Acara ini berhasil menarik partisipasi ratusan relawan muda yang kemudian aktif menyebarkan informasi positif tentang penggunaan teknologi dan media sosial yang sehat di sekolah-sekolah serta komunitas remaja.

Di luar itu, Presley turut mendampingi pelatihan keterampilan dasar dan peningkatan literasi sebagai bagian dari program pemberdayaan remaja. Tujuannya jelas: membentuk anak muda yang kritis, mandiri, dan berdaya saing, sehingga mampu berperan aktif dalam masyarakat.

Melalui kiprahnya di Centra Mitra Remaja PKBI Sumatera Utara, Presley menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Baginya, membangun generasi muda yang berkarakter bukan hanya soal pendidikan formal, melainkan juga bagaimana menciptakan ekosistem sosial yang mendukung tumbuhnya empati, kesadaran, dan tanggung jawab di kalangan remaja.

Kisah Presley menjadi bukti bahwa ketika kaum muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi motor perubahan sosial yang positif — dimulai dari kepedulian terhadap diri sendiri hingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi sesama.(Inara Publisher)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top